Bulan Bundar
Sabtu, 05 November 2016
Jauh.
Akulah jauh. Jauh untuk kata tahu, jauh untuk kata dekat, jauh untuk
kata sering. Aku terlalu jauh untuk mengetahui siapa dirimu. Aku terlalu
jauh untuk mendekat kepadamu. Serta terlalu jauh untuk sering berusaha
mencari tahu dan mendekatimu. Berhakikat pada keyakinan dan segenggam
perasaan yang lapang namun menyamar. Akulah mata, yg memperhatikanmu.
Akulah cermin yg meyakinkanmu untuk tetap pada cantikmu. Akuah yg
menunggumu...mendukungmu untuk bahagia, meski bukan akulah yg
kau puja. Aku adalah pengamat yang selalu belajar, untuk menemukan
cara terabadi membawamu pada ketenangan. Akulah pengagummu yang tak
berani berusaha mendekat. Kau adalah merpatiku. Cukup dengan melihat
sayap-sayap putihmu yang mampu membawamu terbang ke arah bahagia, cukup
sudah membuat aku tersenyum. Percayalah dalam setiap sayap yang kau
kepakkan, ada doaku dalam harapan untuk keindahan di setiap harimu. -SAA
Rabu, 29 April 2015
Lebih dalam.
Satu ketika dimana kekaguman berkarya pada dalamnya sukma. Hanya ada tiga kata untuk mengutarakannya, "aku inginkan kamu". Tanpa ada fondasi yg cukup kuat, dan tiang-tiang perasaan yg tak teryakinkan, hanya secarik kertas harapan pendampingnya. Dalam tumpukan kedua telapak tangan yg memanjatkan isi hati pada sang pencipta, dan mengharapkan secuil angin baik dalam cerita. Mendamba aku pada sosokmu untuk mengubur segala nelangsa yg pernah terlewati dalam masa. Hingga melebur menjadi sebuah cerita pada waktu sekarang dan berusaha untuk lama. Tak ada yg bisa aku janjikan untuk membuatmu dalam kemuliaan. Tapi aku berjanji untuk selalu berupaya menjadi yg kau butuhkan, meski bukan aku yg kau inginkan.
Selasa, 28 April 2015
Hirauan tak berarti.
Menunggumu adalah kegemaranku. Bukan aku tak bisa melihat perbandingan kecantikan anak hawa diluar sana. Aku hanya ingin memperlihatkan kepada semua orang bahwa kamu adalah seorang pencuri, yg berhasil membuatku menunggu dengan sabar. Penjahat terindah dalam dunia kriminal. Habislah kamu saat aku berhasil menangkapmu! Aku akan menghukummu untuk mencintaiku selamanya! Berapapun kau tak menghiraukanku, sejumlah itu pula aku tak peduli kecuali menantimu.
Senin, 27 April 2015
Menanti
Jika cinta berawal dari mata, berarti aku belum diizinkan untuk menggapainya. Jika rasa tercipta dari usaha, maka aku telah mencapainya. Jika mengharapkanmu adalah ilusi, aku berikhtiar menjadikanmu nyata. Jika menanti adalah muslihat yang dibenci, aku akan menjadikannya imaji yang tak berarti. Mencermatimu lebih jauh dalam nurani, tanpa seorangpun yang mengerti. Aku percaya pada ketenangan jalan Tuhan yang aku yakini sanggup membawamu dalam nirwanaku. Menyaksikan serpihan-serpihan kesedihan yg tersusun untuk dibahagiakan. Kala waktunya telah tiba, hanya diirimu yang tersisa dalam keceriaan yg telah lama aku persiapkan.
Senin, 10 Februari 2014
Percayalah
Ketika perbedaan menjadi sebuah tembok besar yang menghalangi...percayalah, bahwa ketulusan cinta mampu menghancurkannya.
Ketika keraguan datang menghampri....yakinlah, bahwa kita saling memiliki.
Dan ketika badai mencoba menghancurkan....buktikanlah, bahwa kita mampu melewati.
Ketika keraguan datang menghampri....yakinlah, bahwa kita saling memiliki.
Dan ketika badai mencoba menghancurkan....buktikanlah, bahwa kita mampu melewati.
Sabtu, 28 Desember 2013
Rindu.
Hari ini aku merasakan rindu hebat yang bersarang tepat dihatiku. Masih tentang rindu yang sama kepada orang yang sama. Seseorang yang selalu membuat gelisah hati sepi yang menanti ini. Penantian yang entah sampai kapan akan berakhir. Bukannya aku tidak mengerti apa arti menanti, di dalam penantian aku selalu menemukan kerinduan. Seperti rindu yang sedang kupendam ini. Dada ini sudah penuh akan kerinduan tentang dirimu.
Wahai sang penawar rindu...izinkanlah aku bertemu untuk melepaskan semua kerinduan tentang dirimu. Takkan mungkin aku bertahan dalam waktu panjang menahan rindu.
Wahai bidadariku...izinkanlah ku peluk erat tubuh indahmu, untuk melepaskan rasa rindu dihatiku.
Wahai permaisuriku...rindu ini adalah rindumu. Rindu yang takkan habis meski termakan waktu.
Wahai sang penawar rindu...izinkanlah aku bertemu untuk melepaskan semua kerinduan tentang dirimu. Takkan mungkin aku bertahan dalam waktu panjang menahan rindu.
Wahai bidadariku...izinkanlah ku peluk erat tubuh indahmu, untuk melepaskan rasa rindu dihatiku.
Wahai permaisuriku...rindu ini adalah rindumu. Rindu yang takkan habis meski termakan waktu.
Langganan:
Komentar (Atom)