Rabu, 29 April 2015

Lebih dalam.

Satu ketika dimana kekaguman berkarya pada dalamnya sukma. Hanya ada tiga kata untuk mengutarakannya, "aku inginkan kamu". Tanpa ada fondasi yg cukup kuat, dan tiang-tiang perasaan yg tak teryakinkan, hanya secarik kertas harapan pendampingnya. Dalam tumpukan kedua telapak tangan yg memanjatkan isi hati pada sang pencipta, dan mengharapkan secuil angin baik dalam cerita. Mendamba aku pada sosokmu untuk mengubur segala nelangsa yg pernah terlewati dalam masa. Hingga melebur menjadi sebuah cerita pada waktu sekarang dan berusaha untuk lama. Tak ada yg bisa aku janjikan untuk membuatmu dalam kemuliaan. Tapi aku berjanji untuk selalu berupaya menjadi yg kau butuhkan, meski bukan aku yg kau inginkan. 

Selasa, 28 April 2015

Hirauan tak berarti.

Menunggumu adalah kegemaranku. Bukan aku tak bisa melihat perbandingan kecantikan anak hawa diluar sana. Aku hanya ingin memperlihatkan kepada semua orang  bahwa kamu adalah seorang pencuri, yg berhasil membuatku menunggu dengan sabar. Penjahat terindah dalam dunia kriminal. Habislah kamu saat aku berhasil menangkapmu! Aku akan menghukummu untuk mencintaiku selamanya! Berapapun kau tak menghiraukanku, sejumlah itu pula aku tak peduli kecuali menantimu. 

Senin, 27 April 2015

Menanti

Jika cinta berawal dari mata, berarti aku belum diizinkan untuk menggapainya. Jika rasa tercipta dari usaha, maka aku telah mencapainya. Jika mengharapkanmu adalah ilusi, aku berikhtiar menjadikanmu nyata. Jika menanti adalah muslihat yang dibenci, aku akan menjadikannya imaji yang tak berarti. Mencermatimu lebih jauh dalam nurani, tanpa seorangpun yang mengerti. Aku percaya pada ketenangan jalan Tuhan yang aku yakini sanggup membawamu dalam nirwanaku. Menyaksikan serpihan-serpihan kesedihan yg tersusun untuk dibahagiakan. Kala waktunya telah tiba, hanya diirimu yang tersisa dalam keceriaan yg telah lama aku persiapkan.